Kreativitas Tak Mengenal Jarak: Virtual Photoshoot 2020

Pandemi wabah COVID-19 melanda dunia tahun 2020. Awal tahun yang biasanya dipenuhi harapan, keinginan dan cita-cita seketika memudar bahkan padam. Tak hanya Indonesia, seluruh dunia merasakan hal yang sama. Kesedihan tentu menggerogoti diriku, salah satu rencana ku yaitu merantau ke Jakarta batal begitu saja karena wabah ini. Tak sedikit kabar buruk yang ku terima dari keluarga maupun teman. Lalu ku sadar bahwa bukan hanya aku yang dirugikan oleh pandemi ini.

Tapi apakah pandemi ini membuatku berhenti berkarya?

Tentu tidak.

Di abad ke-21 ini teknologi sudah menjadi teman baik sebagian besar masyarakat Indonesia. Adanya pandemi ini tidak meredam semangat dan mengurangi kreativitas anak bangsa terutama dengan teknologi yang sudah cukup memadai. Sekitar bulan Mei, salah satu fotografer Indonesia Michael Fabian Cools membawa tren Virtual Photoshoot ditengah pandemi ini. Hal ini mungkin terdengar mudah, akan tetapi berdasarkan pengalamanku memotret beberapa teman-teman, virtual photoshoot ini cukup tricky. Terutama jika hasil jepretan tidak terlihat seperti jepretan virtual. Coba tebak, apakah foto di bawah ini jepretan virtual?

Oh ya, virtual photoshoot adalah sebuah kegiatan dimana model beserta fotografer bisa melakukan pemotretan hanya melalui layar gadget. Itulah mengapa kegiatan ini sangat cocok dilakukan teman-teman saat #dirumahaja. Beberapa hal yang ku siapkan untuk melakukan virtual photoshoot adalah kamera DSLR, laptop, smartphone, internet, aplikasi video call dan atribut tambahan untuk mempercantik hasil jepretan.

Virtual photoshoot ini membuat semangatku bangkit lagi! Tentunya karena aku bisa kembali berkarya. Segala kegusaran, kesedihan kembali ku tuangkan dalam seni fotografi. Lazimnya, objek fotoku adalah pemandangan, panorama, gedung pencakar langit bahkan makanan dan lain-lain. Aku berkutat dalam landscape photography, street photography dan product photography berupa makanan serta fashion dan aksesoris yang merupakan produk jualanku sendiri. Dalam virtual photoshoot inilah kali pertama aku memotret teman-temanku.

Uniknya dari virtual photoshoot ini, tidak hanya aku sebagai fotografer yang dapat melihat dan mengarahkan gaya, atribut model hingga aturan pencahayaan dalam prosesnya. Akan tetapi, model juga dapat melihat refleksi dirinya melalui kamera depan handphone yang digunakannya saat proses pemotretan. Kepercayaan diri mereka terpancar ketika berpose.

Sentuhan yang membuat pemotretan ku berbeda dari fotografer lainnya adalah bagaimana menciptakan light leaks dalam berbagai warna. Lagi-lagi, berkutat dengan warna. Entah mengapa, sentuhan warna selalu menjadi suatu candu bagiku. Mungkin hasil-hasil potretku bisa menjadi jawaban bisu.

Virtual photoshoot ini betul-betul menyita waktuku setiap akhir pekan di bulan Mei. Tapi tentunya ini bukanlah hal yang buruk. Rasa syukur menyelimuti karena kesibukan ini membuatku tetap waras ditengah wabah yang menyerang. Suatu distraksi yang bahkan kadang membuatku terlupa akan adanya pandemi.

Tak berhenti di proses pemotretan, proses editing dan collage design juga menjadi hal yang menarik untukku. Keduanya menggunakan Adobe LightRoom dan Adobe Photoshop. Awalnya sih, hanya iseng untuk kepentingan mengunggah di platform Instagram, wah bahaya karena berubah jadi candu. Komposisinya konsisten setiap baris, hanya perbedaan warna saja. Lebih lengkapnya teman-teman bisa kunjungi instagramku:

https://www.instagram.com/panstels/

Ku akui, kesedihan pasti selalu ada disegala musibah seperti pandemi ini. Akan tetapi, dibalik segala musibah ada hikmah yang dapat kita ambil. Ku yakin Tuhan takkan memberikan kita cobaan yang begitu berat jika kita tak bisa mengatasinya. Artinya Tuhan mempercayai kemampuan kita untuk beradaptasi.

Wahai teman-teman, semangat dan tetap berkarya, ya! ♡

She believes in kindness and positivity, which is why she has a certain color to her writing. The colors that turns sadness and sorrow into hope and smile. ♡

She believes in kindness and positivity, which is why she has a certain color to her writing. The colors that turns sadness and sorrow into hope and smile. ♡